selamat datang di saung kang andi

selamat datang di multiply kang andi

Blog Entryasal usul valentine's dayMar 29, '08 10:28 PM
for everyone
Asal-usul Valentine’s Day

Pada asalnya, valentine’s day adalah hari raya orang-orang Romawi untuk
memperingati Juno, yakni dewa wanita dan perkawinan dalam mitologi mereka.
Perayaan itu dinamakan Lupercalia dan jatuh pada tanggal 15 Pebruari. Di
dalam perayaan itu, kaum muda, laki-laki dan perempuan memilih pasangannya
masing-masing setelah sebelumnya dilakukan undian. Selanjutnya, pasangan
laki-laki dan wanita itu saling tukar-menukar hadiah sebagai simbol kasih
dan sayang mereka. Perayaan tersebut biasanya diakhiri dengan berbagai
macam pesta dan hura-hura bersama pasangannya masing-masing.

Pada tahun 496 masehi, ketika agama Kristen berhasil mempengaruhi kota
Roma, peringatan Lupercalia diganti menjadi Saint Valentine’s day oleh
Paus Galasius. Perayaan itu tidak lagi jatuh pada tanggal 15 Pebruari,
akan tetapi dipindahkan ke tanggal 14 Pebruari. Saint Valentine’s day
ditujukan untuk merayakan hari kasih sayang orang-orang suci dan untuk
memperingati seorang pendeta Kristen yang dihukum mati pada tanggal
tersebut.


Prinsip-prinsip Dasar Untuk Mengadopsi Sesuatu Yang Lahir dari Non Islam

Pada dasarnya, kaum muslim tidak dilarang dan diperbolehkan secara mutlak
mengambil perkara-perkara yang berasal dari non muslim.

Dalam perkara-perkara yang bebas nilai (free of value), seorang muslim
diperbolehkan mengadopsi, meniru, maupun mengambilnya, meskipun berasal
dari non muslim. Contohnya, sains dan teknologi, serta semua hal yang
lahir dari keduanya. Seorang muslim boleh saja mengambil ilmu-ilmu
pengetahuan dan teknologi yang berasal dari barat. Seorang muslim juga
diperbolehkan mempelajari dan mengaplikasikan sains dan teknologi barat
beserta produk-produknya. Seorang muslim juga diperbolehkan belajar
manajemen perusahaan, cara peningkatan mutu barang, dan lain sebagainya.
Dalam perkara-perkara semacam ini --bebas nilai-- seorang muslim
diperbolehkan oleh syara’ untuk mengambil dan mengadopsinya.

Khalifah ‘Umar bin Khaththab pernah mengadopsi sistem pembukuan dan
administrasi dari Persia. Dalam kitab Futuh al-Buldan, disebutkan bahwa
Rasulullah saw dan juga para Khulafaur Rasyidin telah mengadopsi mata uang
dinar Romawi dan dirham Persia. Pada saat perang Khandaq, Rasulullah saw
juga mengadopsi strategi pertahanan bangsa Persia, setelah mendapatkan
masukan dari shahabat Salman al-Farisi.

Ini menunjukkan bahwa dalam perkara-perkara yang bebas nilai (free of
value) seseorang boleh mengambil dan mengadopsinya, dan selama tidak
bertentangan dengan ajaran Islam.

Sedangkan hal-hal yang tidak bebas nilai, secara umum kaum muslim dilarang
mengambil maupun mengadopsinya. Contohnya, ilmu-ilmu social maupun ekonomi
yang memuat pandangan hidup maupun sistem hidup kaum sosialis dan
kapitalis. Seorang muslim dilarang mengadopsi dan memberlakukan sistem
ekonomi kapitalistik maupun sosialistik. Seorang muslim juga dilarang
mengadopsi pandangan hidup liberalisme dan pluralisme yang lahir dari
kapitalisme. Seorang muslim juga dilarang mengadopsi upacara-upacara
maupun ritual-ritual orang Hindu maupun Budha.

Namun demikian, seorang muslim diperbolehkan mempelajari peradaban maupun
pandangan hidup non muslim untuk tujuan menjelaskan kekeliruan dan
ketidaksesuaiannya dengan pandangan hidup Islam. Di sisi yang lain, orang
yang mempelajari peradaban-peradaban selain Islam disyaratkan telah mantap
‘aqidah dan pemahamannya tentang syariat Islam. Oleh karena itu, tatkala
seorang muslim mempelajari peradaban dan pandangan hidup non Islam bukan
ditujukan untuk diterapkan atau dipelajari semata, akan tetapi agar
pandangan dan peradaban non Islam itu bisa dijelaskan dan dikoreksi dengan
Islam. Semua ini ditujukan agar umat yang awam bisa terjaga dari
pengaruh-pengaruh jahat peradaban non Islam.


Aspek Normative Valentine’s Day

Sesungguhnya, ajaran Islam telah melarang kaum muslim untuk merayakan hari
raya orang-orang musyrik maupun ahlil kitab. Ketentuan semacam ini
didasarkan pada firman Allah swt;

"Dan mereka (mukmin) yang tidak menyaksikan hari raya orang-orang kafir
musyrik." [al-Furqan: 72

Dalam menafsirkan ayat ini sebagian shahabat, misalnya Ibnu 'Abbas,
'Abdullah bin 'Umar dan para tabi'in, seperti Mujahid, Mohammad Ibnu
Sirin, dan sebagainya, menyatakan, "Kaum mukmin dilarang merayakan hari
raya orang-orang musyrik" (Imam Qurthubiy, Tafsir Qurthubiy, juz 13, hal.
79; Imam Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, juz 3, hal. 329-330)

Beberapa fuqaha juga berpendapat senada mengenai firman Allah swt
al-Furqan: 72. Imam Ahmad bin Hanbal berkata:

"Kaum muslim telah diharamkan untuk merayakan hari raya orang-orang Yahudi
dan Nasrani. Kaum muslim juga diharamkan memasuki gereja dan tempat-tempat
ibadah mereka." (Ibnu Tamiyyah, Iqtidla' al-Shiraath al-Mustaqiim,
hal.201)

Imam Baihaqi menyatakan, "Jika kaum muslim diharamkan memasuki gereja,
apalagi merayakan hari raya mereka." (Ibnu Tamiyyah, Iqtidla' al-Shiraath
al-Mustaqiim, hal.201)

Imam al-Amidi dan Qadli Abu Bakar al-Khalal menyatakan," Kaum muslim
dilarang keluar untuk menyaksikan hari raya orang-orang kafir dan
musyrik." (Ibnu Tamiyyah, Iqtidla' al-Shiraath al-Mustaqiim, hal.201-202)

Al-Qadliy Abu Ya'la al-Fara' berkata, "kaum muslim telah dilarang untuk
merayakan hari raya orang-orang kafir atau musyrik". (Ibnu Tamiyyah,
Iqtidla' al-Shiraath al-Mustaqiim, hal.181)

Imam Malik menyatakan, "Kaum muslim telah dilarang untuk merayakan hari
raya orang-orang musyrik atau kafir, atau memberikan sesuatu (hadiah),
atau menjual sesuatu kepada mereka, atau naik kendaraan yang digunakan
mereka untuk merayakan hari rayanya. Sedangkan memakan makanan yang
disajikan kepada kita hukumnya makruh, baik diantar atau mereka mengundang
kita." (Ibnu Tamiyyah, Iqtidla' al-Shiraath al-Mustaqiim, hal.230-231)

Pada masa-masa kejayaan Islam, pemerintahan Islam saat itu –sejak masa
Rasulullah saw --, kaum muslim tidak diperbolehkan merayakan hari raya
ahlul Kitab dan kaum musyrik. Rasulullah saw pernah bersabda mengenai hari
raya orang-orang kafir:

"Setiap umat memiliki hari raya sendiri-sendiri. Idul Fithri adalah hari
raya kita." (HR. Bukhari dari 'Aisyah ra)

Tatkala mengomentari hari raya bangsa Persia, Rasulullah saw bersabda:

"Allah swt telah mengganti dua hari yang lebih baik daripada kedua hari
itu (nairus dan naharjan: hari raya bangsa Persia), yaitu Idul Fitri dan
idul Adha.: (HR. Abu Dawud, Turmudzi, Nasaa'iy, dan Ibnu Majah)

Riwayat-riwayat ini menunjukkan dengan jelas, bahwa Rasulullah saw telah
melarang kaum muslim merayakan hari raya orang-orang kafir.

Pada masa pemerintahan khalifah 'Umar bin al-Khaththabb, beliau telah
melarang kaum muslim merayakan hari raya orang-orang kafir. Imam Baihaqiy
telah menuturkan sebuah riwayat dengan sanad shahih dari 'Atha' bin Dinar,
bahwa Umar ra pernah berkata, "Janganlah kalian mempelajari bahasa-bahasa
oraang-orang Ajam. Janganlah kalian masuk ke gereja-gereja orang-orang
musyrik pada hari raya mereka. Sesungguhnya murka Allah swt akan turun
kepada mereka pada hari itu.". (HR. Baihaqiy)

Walhasil, kaum muslim sejak masa awal-awal Islam telah melarang kaum
muslim untuk merayakan hari raya orang-orang musyrik, apapun bentuknya.

Pada dasarnya valentine's day adalah salah satu perayaan orang-orang
kafir. Atas dasar itu, seorang muslim diharamkan untuk ikut merayakan
ataupun terlibat di dalam perayaan tersebut.


Tanggungjawab Orang Tua Terhadap Anak

Tanggung jawab orang tua muslim adalah memberikan persuasi kepada
anak-anaknya untuk tidak melibatkan dirinya dalam perayaan-perayaan kaum
kafir dan musyrik. Persuasi harus dilakukan dengan cara yang baik dan
bijaksana. Orang tua bisa mengkomunikasikan hal-hal di atas dengan anak,
dengan cara menyentuh kesadaran dan keyakinan mereka. Orang tua harus
memberi contoh-contoh sederhana yang bisa dimengerti oleh anak.

Orang tua juga bisa memberikan ilustrasi bahwa, Rasulullah saw dan para
shahabat adalah seutama-utama manusia. Beliau dan shahabat adalah orang
yang memiliki akhlaq dan budi pekerti yang sangat agung. Beliau juga
terkenal ramah dan kasih sayang kepada orang-orang kafir. Akan tetapi,
sifat-sifat seperti ini tidak menghalangi beliau saw untuk bersikap tegas
kepada orang-orang kafir dan konsisten terhadap keyakinannya. Tatkala
beliau saw memutuskan untuk melarang kaum muslim merayakan hari raya orang
kafir, tidak boleh dipahami bahwa beliau saw tidak lagi lembut dan kasih
sayang kepada orang-orang kafir. Sikap ini justru lahir dari kepedulian
beliau akan nasib orang-orang kafir kelak di akherat. Selain itu, beliau
ingin menunjukkan bahwa kebenaran itu harus disampaikan dengan cara yang
tegas dan mudah dipahami.

Seandainya anak kita berdalih, jika tidak ikut merayakan akan dicap
estrimis dan ekstrim, anda bisa menjawab bahwa, Rasulullah saw yang mulya
dan berbudi luhur saja tetap konsisten untuk tidak merayakan hari raya
orang kafir. Bahkan, sikap Rasulullah saw ini tidak berdampak negatif
terhadap hubungan beliau dengan orang-orang kafir. Orang-orang kafir
justru semakin menghormati prinsip-prinsip beliau dan semakin hormat
kepadanya. Justru tatkala ada seorang muslim toleran dalam hal-hal
prinsipil (aqidah), orang kafirpun menilai bahwa dirinya adalah
orang-orang yang tidak konsisten dan memiliki sikap kejiwaan yang kurang
baik.

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah menanamkan sikap
bangga dan cinta kepada ajaran Islam. Sikap ini, jika tumbuh pada diri
anak, akan mampu membentengi dirinya dari sikap inferior dan rendah diri.
Keterpengaruhan anak kepada perkara-perkara di luar Islam, awalnya
disebabkan karena sikap yang inferior. Keinferioran anak akan berujung
pada sikap meniru-niru dan rendah diri.

Untuk itu, menanamkan kebanggaan dan kecintaan kepada Islam merupakan
salah satu langkah penting untuk membentengi anak dari pengaruh-pengaruh
negatif. Lalu, apakah keluarga kita dan anak-anak kita sudah memiliki
kecintaan dan kebanggaan kepada Islam? Sudah selayaknya kita merenung dan
mengkaji kembali.

Blog Entrycara mendownload mp3 di multiplyMar 21, '08 11:48 PM
for everyone
  • pertama anda harus telah terdaftar di multiply.com
  • kemudian anda login
  • setelah itu cari lagu yang anda inginkan mengunakaqn mesin pencari yang terdapat pada multiply
  • setelah itu mainkan lagu tersebut dengan playlist
  • dan open menggunakan notepad
  • setelah itu copy dan paste di address bar

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.